Saturday, June 15, 2013

Panduan Penulisan Esai Kompetisi Esai Mahasiswa “Menjadi Indonesia” 2013

Esai adalah karya yang bersudut pandang personal subyektif si penulis, bukan sekadar makalah ilmiah yang penuh dengan catatan kaki dan taburan kutipan teori. Esai berisi pemikiran yang dipadu dengan pengalaman, observasi lapangan, anekdot, dan pergulatan batin si penulis tentang subyek yang ditulisnya. Jenis tulisan ini sangat tepat untuk menggambarkan gagasan seseorang.
Indonesia akan sangat membutuhkan banyak pemimpin dan pemikir muda masa depan yang punya gagasan orisinil untuk kemajuan negeri ini. Seorang pemimpin harus mampu menuangkan gagasannya dalam bentuk tulisan.
1.   Naskah ditulis menggunakan MS Word, disimpan menjadi file *.doc atau *.docx. Bukan dalam bentuk Adobe PDF.

2.   Cara Penamaan file: “Nama depan penulis-Judul Esai“,  contoh: “Galih-Industri Budaya dan Pencitraan Indonesia.doc”

3.   Format Dokumen Naskah Esai:
a.   Ukuran Kertas: A4
b.   Margin Atas: 2 cm
c.   Margin Bawah: 2,5 cm
d.   Margin Kiri: 3 cm
e.   Margin Kanan: 2 cm

4.   Naskah esai terbagi menjadi 3 bagian (dalam satu bundel) dengan urutan halaman sebagai berikut: Lembar Judul dan Ringkasan Esai (maksimal 1 halaman), Isi Esai (maksimal 5 halaman), dan Lembar Lampiran Biodata (maksimal 1 halaman).
5.   Lembar Judul dan Ringkasan Esai (maksimal 1 halaman). Memuat:
a.   Judul Esai
Posisi tulisan: Beberapa spasi di bawah Topik Esai.
Huruf (font): Times New Roman; ukuran 16 poin; bold; posisi di tengah halaman (align center).
b.   Ringkasan Esai, 1 hingga 3 paragraf rangkuman tulisan, memaparkan persoalan yang dibahas penulis dan gagasan yang ditawarkannya.
Posisi ringkasan: beberapa spasi di bawah Judul Esai.
Huruf (font): Times New Roman; ukuran 12 poin; regular; spasi 1,5; rata kiri-kanan (justify).
6.   Isi Esai (maksimal 5 halaman). Memuat:
Keseluruhan naskah esai, minimal 2 (dua) halaman dan maksimal 5 (lima) halaman. Jumlah halaman sudah termasuk (jika ada): gambar penjelas dan catatan kaki atau catatan akhir (end note), atau daftar pustaka.
Huruf (font): Times New Roman; ukuran 12 poin; regular; spasi 1,5; rata kiri-kanan (justify).
7.   Lembar Lampiran Biodata (maksimal 1 halaman). Memuat:
a.   Judul Naskah Esai
b.   Nama Penulis
c.   Tempat & Tanggal Lahir
d.   Nama Perguruan Tinggi
e.   Nama Fakultas & Jurusan
f.   Domisili (Alamat Surat)
g.   Alamat Email
h.   Telepon/Ponsel
i.   Pindaian (scan) kartu tanda mahasiswa (KTM) yang masih berlaku.

sumber : http://tempo-institute.org

Kompetisi Esai Mahasiswa 2013 “Menjadi Indonesia”

“MENJADI INDONESIA adalah menjadi manusia yang bersiap memperbaiki keadaan, tetapi bersiap pula untuk melihat bahwa perbaikan itu tidak akan pernah sempurna dan ikhtiar itu tidak pernah selesai.” (Goenawan Mohamad — Surat dari & untuk Pemimpin)
Menjadi Indonesia = (men)dingan (ja)ngan (di)am untuk Indonesia; Sebuah gerakan moral, ajakan berbuat nyata, memberi makna pada Indonesia. Lebih baik menyalakan lilin ketimbang sekadar mengutuk kegelapan.
Pada tahun keempat ini, TEMPO Institute kembali menantang mahasiswa Indonesia untuk menetaskan buah pikiran melalui kompetisi esai. Tuliskan esaimu. Jangan berangkat dari teori yang muluk-muluk. Mulailah dengan mengamati, observasi, kondisi di sekitarmu. Gambarkan permasalahan paling menarik atau paling penting di sekelilingmu, di wilayahmu, di “area kekuasaanmu”.
Ini bukan kompetisi membuat makalah dengan basis teori yang rigid, tapi tentang pendapat subyektif. Tulisan bisa berupa refleksi, observasi mendalam, atau gagasan konkret atas sebuah persoalan nyata di sekitarmu.

Pemenang dan Hadiah

Ini bukan sekadar kompetisi menulis. Kami memilih 30 (tiga puluh) penulis esai terbaik untuk mendapatkan kesempatan berharga, yakni mengikuti “Kemah Kepemimpinan — Menjadi Indonesia” di Jakarta dan Bogor, selama dua (2) minggu pada 16-30 Oktober 2013.
Kemah Kepemimpinan adalah bagian dari rangkaian penilaian untuk mendapat tiga pemenang terbaik.
Pengumuman 30 Esai Terbaik akan dipublikasikan pada Selasa, 1 Oktober 2013.

Hadiah

  Juara I: Laptop + Rp 6.000.000
  Juara II: Laptop + Rp 4.000.000
★  Juara III: Laptop + Rp 2.000.000

TOPIK ESAI

MENJADI INDONESIA bukan semata-mata tentang karut-marut dunia politik. Ada banyak topik dan sudut pandang yang bisa disoroti, antara lain:
1. Indonesia Bebas Korupsi
Mewujudkan Indonesia tanpa korupsi adalah sebuah cita-cita bersama. Tak jarang ikhtiar menuju Indonesia bebas korupsi ini membuhulkan rasa frustrasi mendalam. Manipulasi pajak, korupsi pembangunan gedung olah raga di Hambalang, sampai korupsi pengadaan Alquran adalah satu dari deretan panjang bukti betapa susahnya memberantas korupsi. Lalu, adakah cara membangun budaya bebas korupsi sedari muda? Bagaimana menumbuhkan sebuah pemahaman bersama antikorupsi hingga di tingkat lokal dan individu?
2. Indonesia yang Bhinneka
3. Kewirausahaan, Indonesia yang Mandiri
4. Kepemimpinan, Indonesia yang Kuat
5. Indonesia yang Hijau
6. Indonesia yang Berbudaya
7. Indonesia dan Pendidikan
8. Indonesia yang Demokratis
9. Indonesia yang Cinta HAM

Syarat Peserta Kompetisi Esai Mahasiswa 2013

1.   Peserta Kompetisi Esai ini adalah mahasiswa Diploma dan Strata-1 (S1).
2.   Naskah esai yang dilombakan merupakan karya perorangan peserta, ditulis menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, dan belum pernah dipublikasikan di mana pun.
3.   Esai ditulis berdasarkan salah satu topik yang dipilih peserta. Pilihan Topik Esai: Korupsi, Bhinneka Tunggal Ika, Kewirausahaan, Kemandirian, Kepemimpinan, Lingkungan Hidup, Budaya, Pendidikan, Demokrasi, dan Hak Asasi Manusia (Sila cermati uraian tentang Topik Esai di atas).
4. Kami sangat menanti karyamu yang benar-benar orisinil, berbeda namun tetap mengutamakan esensi. Kami akan sangat menghargai karya yang mengambil tema berbeda dari pemenang tahun-tahun sebelumnya. Sebagai pembeda, untuk 30 esai terbaik tahun 2012 bisa dilihat di tautan berikut. 
5.   Peserta boleh mengirim lebih dari satu judul naskah, baik dengan pilihan topik yang sama atau berbeda, tetapi hanya satu judul yang dapat masuk dalam daftar 30 Esai Terbaik.
6.   Pendaftaran dan pengiriman naskah dilakukan melalui halaman Pendaftaran dalam web tempo-institute.org
7.   Peserta wajib menyertakan pindaian (scan) Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) yang masih berlaku, dimuat di Lembar Biodata naskah yang dikirimkan (Lihat Panduan Penulisan Esai), dan diunggah saat pendaftaran online.
8.   Hanya naskah yang penulisannya memenuhi ketentuan-ketentuan dalam Panduan Penulisan Esai yang akan dinilai oleh Dewan Juri.
9.   Hak publikasi naskah menjadi milik Panitia.
10.   Batas akhir pengumpulan naskah adalah  Sabtu, 17 Agustus 2013, pukul 24.00 WIB
Selama masa pengumpulan esai berlangsung, kami akan memberikan tips-tips jitu dari para pemenang tahun sebelumnya dan dewan juri. Juga ada kuis-kuis berhadiah lainnya. Oleh karena itu, ikuti kami di Facebook: Tempo Institute Indonesia dan Twitter: @TempoInstitute @Menjadi_ID

Seleksi Naskah dan Penjurian

Tahap penilaian terdiri dari:
1.   Seleksi administratif oleh Panitia. Naskah yang tidak lolos seleksi karena kesalahan administratif bisa dikirim ulang sebelum tenggat pengumpulan. Lagi: cermati Panduan Penulisan Esai.
2.   Seleksi naskah oleh Panitia. Aspek yang dinilai pada tahap ini antara lain:
No.ASPEK PENILAIANURAIANBOBOT
1.Gagasan:
Orisinal, Kreatif, Aktual
Orisinal: gagasan baru, belum pernah dipublikasikan sebelumnya
Kreatif: gagasan menunjukkan pemahaman baru penulis atas persoalan yang dibahas
Aktual: gagasan sesuai kekinian (ada fakta dan data)
35%
2.Kesesuaian dengan Topik EsaiEsai selaras dengan dan tidak menyalahi Topik Esai yang ditentukan.10%
3.Tuturan/PenulisanEsai ditulis dengan gaya bahasa yang komunikatif, relatif mudah dipahami. Cara bertuturnya menunjukkan pemahaman penulis yang mendalam terhadap pokok bahasan.20%
4.ArgumentasiAlur berpikir penulisnya tertib dan jelas (mudah dirunut).35%
3.   Seleksi oleh Dewan Juri. Dari Seleksi akhir ini akan dipilih 30 penulis esai terbaik untuk mengikuti program Kemah Kepemimpinan (Leadership Camp). Keputusan Dewan Juri adalah mutlak dan tidak dapat diganggu-gugat.
4.   Dari 30 besar penulis esai tersebut akan dipilih 3 orang pemenang melalui mekanisme penilaian dalam Kemah Kepemimpinan (Leadership Camp).
Selamat berkompetisi!



Panitia Kompetisi Esai Mahasiswa “Menjadi Indonesia” 2013
email: kem2013[at] tempo-institute.org
telepon: 021-3916160
Gedung TEMPO Komp. Ruko Kebayoran Centre BlokA11–A15
Jl. Kebayoran Baru-Mayestik Jakarta 12240

sumber :http://tempo-institute.org

Wednesday, June 12, 2013

Tuhan dan Sains Modern (Part 9): Multijagad Tingkat 4: Struktur Matematis

Fakta bahwa kita mampu mencerap ruang dan memahami bentuk-bentuk geometri memunculkan sejarah mengenai bagaimana manusia merasakan bentuk jagad raya. Pada awalnya, manusia memandang kalau Bumi kita datar. Baru kemudian para pemikir Yunani, salah satunya Erastothenes, membuktikan kalau Bumi berbentuk bulat.
Sejak zaman Euklid hingga seabad lalu, ada pemahaman kalau jagad raya kita berbentuk ruang Euklid berdimensi tiga. Penemuan-penemuan fisika klasik dirumuskan dalam ruang dimensi tiga seperti medan listrik dan medan magnet. Gagasan ini berubah drastis ketika Einstein mengajukan teori relativitasnya. Jagad raya kita tidak lagi dipandang ruang berdimensi tiga tetapi ruang berdimensi empat (dengan menjadikan waktu sebagai satu dimensi baru). Struktur matematis yang mewakilinya sekarang adalah manifold pseudo-Riemann berdimensi 3+1 dengan medan tensor. Konsekuensinya fatalistik, alam semesta dalam ruang maupun waktu telah ditentukan. Masa depan telah ada, hanya kita belum merasakannya. Tetapi, gagasan inipun digugurkan dalam waktu singkat dalam perkembangan mekanika kuantum. Perilaku atom yang membingungkan membawa pada konsepsi struktur jagad raya baru yang disebut aljabar medan bernilai-operator. Lagi-lagi, struktur jagad raya semacam ini ditentang oleh perkembangan teori penguapan lubang hitam yang digagas oleh Hawking (Tegmark, 2007). Hingga sekarang, para ilmuan masih mencari-cari bentuk matematis sesungguhnya dari jagad raya kita. Perkembangan ini sejalan pula dengan perkembangan untuk mencari teori segalanya (Theory of Everything).
Pelajaran yang dapat diambil dari perkembangan sejarah sains di atas cukup ironis: sains semakin menggerus eksistensialisme hingga tak berbekas. Dalam ruang dimensi tiga fisika klasik, individu terdefinisi dengan baik. Masing-masing kita adalah individu yang unik, punya koordinat dalam ruang yang jelas. Dalam manifold pseudo-Riemann eksistensi ini diragukan. Kita tak lagi sebuah bintik padat tetapi hanya sebuah garis dunia yang tergores dalam sumbu ruang-waktu. Sebuah garis bukanlah sesuatu yang unik. Ambil selembar kertas, ada tak terhitung garis dapat anda tarik di kertas tersebut. Pembatas antar garis tidak ada karena jika ada, maka kita dapat membuat garis baru di antara kedua garis tersebut. Hal ini dapat dilakukan ad infinitum. Itu mengapa saya menyebutnya menggerus habis eksistensialisme. Dan eksistensialisme yang telah tergerus tersebut akhirnya tertiup angin dan lenyap ketika fisika kuantum bicara tentang multijagad tingkat 3. Setiap garis ini hanyalah satu dari tak terhingga garis eksistensi diri kita. Bagaimana anda bisa bicara inilah saya ketika ada tak terhingga anda yang seratus persen sama dalam jagad raya tak terbatas?
Perkembangan sains di atas menunjukkan kalau pemahaman kita tentang jagad raya semakin abstrak. Bukan abstrak seperti kata-kata sastra tentang perasaan, tetapi abstrak dalam artian begitu ketatnya, sebuah matematika. Hal ini sangat deterministik dan membangkitkan roh Pitagoras yang tidur di masa Yunani Kuno. Dahulu ketika para filsuf bicara alam tersusun dari unsur air, api, udara, dan tanah, Pitagoras malah mengatakan kalau alam tersusun dari unsur matematis yaitu bilangan-bilangan. Di masa kini, sains bicara pula kalau alam tersusun dari hukum-hukum matematis. Efektivitas matematika dalam fisika sedemikian terangnya sehingga bermunculan teknologi yang luar biasa presisi, misalnya komputer yang ada di depan anda. Perhatikan gambar 9. Rumus tersebut adalah persamaan medan Einstein yang mendeskripsikan jagad raya kita di masa Einstein. Abstraksi alam semesta ke dalam matematika merupakan sebuah kecenderungan yang merupakan konsekuensi logis dari efektivitas matematika dalam fisika. Lebih jauh, ini membawa pada Wheeler dan Hawking (1988) yang bertanya: mengapa harus persamaan ini, bukannya persamaan yang lain? Mengapa alam semesta kita diatur oleh rumus-rumus yang ini bukannya rumus-rumus lain yang mungkin dibuat dan memang bertebaran dalam jurnal-jurnal matematika murni?
 
Gambar 9: Persamaan Medan Einstein
Tegmark (1998) membagi hubungan antara matematika dan fisika dalam dua kategori:
  1. Dunia Fisika sepenuhnya matematis. Ada tiga kemungkinan dalam hal ini yaitu (a) segala yang ada secara matematis juga ada secara fisik, (b) sebagian yang ada secara matematis ada secara fisik, sementara sebagian tidak, dan (c) tidak ada yang ada secara matematis ada secara fisik.
  2. Dunia fisika tidak sepenuhnya matematis.
Sebagian fisikawan tampaknya lebih percaya kalau dunia fisika tidak sepenuhnya matematis, yaitu kategori 2, dan ia menyebut alasan agama termasuk dalam kategori ini. Tuhan diperlukan agar sebagai God of the Gap agar tetap ada kehendak bebas dalam dunia fisika. Kategori ini katanya tidak memberikan kekuatan prediktif penuh dan disingkirkan dari kemungkinan benar. Hal yang sama juga berlaku pada kemungkinan 1.c.
Kemungkinan kalau segala hal yang ada secara matematis tidak seluruhnya ada secara fisika (kategori 1.b) lebih masuk akal. Walau begitu kemungkinan ini dikritik oleh Wheeler (1994), Nozick (1981), dan Weinberg (1992) karena menyisakan pertanyaan seperti yang telah diajukan sebelumnya: mengapa persamaan ini bukan yang lain? Mengapa struktur matematis dengan rasio massa elektron proton 1836 ada sementara rasio 1996 tidak ada? Mengapa manifold 3+1 harus ada sementara 27+5 tidak ada? Penjelasan yang lebih sederhana, dan paling sederhana dari semua kesederhanaan, adalah semuanya ada.
Tegmark (1998) menjadikan pernyataan kalau “ada secara fisika adalah sama dengan ada secara matematis”. Ada secara matematis sendiri adalah “keberadaan yang bebas dari kontradiksi”. Dengan kata lain, apabila sesuatu struktur konsisten secara matematis, maka ia ada di dunia nyata. Eksistensi fisik ini berlaku pada struktur-struktur matematis yang independen dari cara kita menjelaskannya. Hal ini menurutnya tidak jauh beranjak dari multijagad tingkat 3. Pada multijagad tingkat 3, semua keadaan kuantum yang mungkin dipandang ada secara fisik, namun hukum fisika tetap sama. Pada multijagad tingkat 4, semua struktur matematis yang mungkin dipandang ada secara fisik dan hukum fisika yang ada tidak mesti sama.
Eksistensi fisika dari struktur matematis ini diturunkan dari beberapa teori gravitasi kuantum. Gravitasi kuantum memungkinkan adanya berbagai metrik dan topologi ruang waktu yang berbeda (Hawking, 1984; Isham, 1989). Dari sekian banyak topologi dan metrik ruang waktu ini, tidaklah beralasan kalau alam semesta kita hanya memiliki satu tipe topologi dan satu tipe metrik. Topologi dan metrik lain konsisten dan memungkinkan hukum fisika, walaupun berbeda dengan hukum fisika yang kita rasakan di alam semesta kita. Hal ini juga didukung oleh keberadaan fisik tetapan fisika yang berbeda dan keberadaan fisik dimensi ruang waktu yang berbeda sebagai mana dalam multijagad tingkat 2 berbasis pada teori inflasi (Linde dan Zelnikov, 1988), teori big bang (Wheeler, 1977), teori lubang cacing  (Coleman, 1988), dan teori superstring (Albrecht, 1994). Nielsen (1983), Froggatt dan Nielsen (1991), dan Nielsen, Rugh, dan Surlykke (1994) bahkan telah membuat program komputer yang mensimulasikan dunia-dunia yang diatur oleh persamaan-persamaan matematika yang berbeda.
Teori segalanya yang digagas Tegmark (1998) yang berbasis pada asumsi segala yang konsisten secara matematis pasti ada di dunia nyata mengembalikan makna probabilitas ke makna awalnya. Seperti yang telah diilustrasikan sebelumnya dalam kemungkinan kartu di tangan anda, maka segala yang mungkin (probabilitas tidak nol) adalah pasti, tentunya dengan ruang kemungkinan yang tak terbatas. Dengan kata lain, multijagad adalah ruang sampel bagi probabilitas apapun.
Penrose (1989) memberikan contoh eksistensi matematis yang mewujud menjadi eksistensi fisik lewat pembuatan android (robot yang direkayasa sedemikian hingga fisiknya menyerupai manusia) yang memiliki kesadaran diri. Eksistensi diri yang dirasakan sang robot adalah murni matematis dari sudut pandang program yang dibuat manusia penciptanya. Tetapi sang pembuat maupun sang robot melihat bahwa eksistensi tersebut juga berupa eksistensi fisik.
Tegmark (1998) memberikan dukungan atas teorinya dengan memberikan kecenderungan lain dalam sejarah fisika. Eddington (1920) menyebutkan kalau orang dahulu mengatakan bahwa kapanpun ada cahaya, maka ada gelombang dalam medan elektromagnetik. Fisika modern menunjukkan kalau cahaya itu sendiri adalah gelombang dalam medan elektromagnet. Orang dahulu mengatakan kalau kapanpun ada materi, ada gelombang dalam kelengkungan ruang waktu. Fisika modern mengatakan kalau materi itu sendiri adalah gelombang dalam kelengkungan ruang waktu. Orang dahulu menyatakan kalau kapanpun ada eksistensi fisika, ada struktur matematika yang menopangnya. Tegmark (1998) mengatakan kalau eksistensi fisika itu sendiri adalah struktur matematika.
Apabila ada sebuah struktur matematika yang konsisten, maka ada sebuah eksistensi fisika dari struktur matematika tersebut. Dalam eksistensi fisika ini, kemungkinan kalau ada mahluk cerdas (yang disebut sebagai SAS (Self-Aware Substructures) oleh Tegmark) maka ia dapat bertanya mengapa alam yang ia tinggali diatur oleh persamaan ini bukan yang lain. Pada dunia yang lebih tinggi, multijagad tingkat 4, semua persamaan yang mungkin memiliki dunia tersendiri yang diaturnya (ruang waktu Malament-Hogarth misalnya (Piccinini, 2011)).
Agar struktur matematis dapat eksis dalam realitas, ia harus konsisten dalam dirinya. Konsistensi sendiri tidak menjamin eksistensi SAS (misalnya kita atau program komputer). Sebuah struktur matematis memerlukan tiga syarat lagi untuk dapat memiliki SAS yaitu kompleksitas, prediktabilitas, dan stabilitas. Sebuah struktur matematis yang konsisten namun tidak cukup kompleks, tidak terprediksi, atau tidak stabil, tidak dapat memungkinkan keberadaan SAS. Prediktabilitas dan stabilitas telah disebutkan dalam deskripsi mengenai multijagad level 2. Mengenai kompleksitas, yang dimaksud disini adalah kompleksitas dari struktur matematis, bukan dari dunia yang dihasilkannya. Kompleksitas sebuah struktur matematis ditentukan oleh aksiomanya.
Aksioma adalah sebuah pernyataan yang dipandang benar dengan sendirinya tanpa bukti. Ia berbeda dengan konjektur atau hipotesis yang menunjukkan sesuatu yang terlihat benar namun bukan merupakan pernyataan yang benar dengan sendirinya. Ada banyak sekali aksioma yang menyusun matematika. Aksioma pilihan misalnya mengatakan kalau ada satu himpunan yang anggotanya himpunan tak kosong, maka ada setidaknya satu himpunan yang mengandung tepat satu anggota yang merupakan anggota bersama dari semua himpunan tak kosong tersebut (Moore, 1982). Hal ini tidak perlu dibuktikan karena secara intuitif kita pasti tahu kalau pernyataan ini benar.
Setiap struktur matematika mengandung setidaknya satu aksioma sebagai landasan ia ditarik. Struktur matematika paling sederhana adalah aljabar Boolean yang berada di bagian paling bawah Gambar 10 sebelum sistem formal. Sistem formal sendiri adalah kumpulan dari simbol dan aturan untuk membentuk aksioma, dan aturan untuk membentuk teorema (turunan dari aksioma). Aljabar Boolean terdiri dari empat aksioma, kalkulus predikat rendah terdiri dari enam aksioma (empat berasal dari aljabar Boolean), dan teori bilangan terdiri dari tujuh aksioma. Semakin banyak aksioma semakin kompleks sebuah sistem matematika. Walau begitu, jumlah aksioma tidak dapat terlalu banyak. Jika aksioma dalam suatu sistem matematika terlalu banyak, maka sistem tersebut runtuh diri karena menjadi tidak konsisten. Hal ini karena semakin banyak aksioma, maka semakin besar kemungkinan muncul kontradiksi antar aksioma itu sendiri. Sebuah struktur matematika yang cukup kompleks dengan aksioma yang tidak terlalu banyak adalah struktur matematika yang dapat mengandung SAS.
 
Gambar 10: Peta Matematika berdasarkan Aksioma penyusunnya. Peta ini dapat diperluas ke atas tak terbatas seiring berkembangnya ilmu matematika murni (Tegmark, 1998)
Multijagad tingkat 4 memiliki banyak kemungkinan yang lebih eksotis. Segala yang mungkin konsisten, misalnya hal-hal yang digambarkan dalam film sains fiksi, dapat ada. Mengenai kompleksitas seperti apa yang mengandung SAS, setidaknya kita punya gambaran dari sejarah sains yang telah dibeberkan di awal. Kita pernah merasa kita mampu hidup dalam ruang dimensi 3 (kotak Rn dalam Gambar 10 untuk n=3). Lalu kita juga pernah merasa mampu hidup dalam ruang manifold 3+1 dengan medan tensor (bagian atas dibawah Relativitas Umum). Terakhir kita juga merasa mampu berada dalam dunia aljabar medan (kotak teori medan kuantum yang ada di pojok kanan atas). SAS lain mungkin ada di dunia dengan struktur matematis himpunan Mandelbrot, oktahedron, busa Menger, bola, torus, jagad datar, jagad terbuka, ruang simpul dan sebagainya. Intinya, pada multijagad tingkat 4, segala struktur matematika yang konsisten memiliki dunianya sendiri-sendiri.
Dengan adanya multijagad tingkat 4, sempurnalah prinsip kesederhanaan. Tidak ada yang lebih sederhana dari segalanya mungkin. Segala yang bisa ada maka ada, itulah multijagad sempurna. Jadi, dimana Tuhan?
Lanjut Part 10
Referensi
Albrecht, A, 1994. The Theory of Everything vs the Theory of Anything. in The Birth of the Universe and Fundamental Forces, ed. F. Occionero. Berlin: Springer, Berlin
Coleman, S. 1988. Why there is nothing rather than something: A theory of the cosmological constant. Nuclear Physics B, 307, 867
Eddington, A. 1920. Space, Time, and Gravitation. Cambridge: Cambridge University Press.
Froggatt, C.D., Nielsen, H.B. 1991. Origin of Symmetries. Singapore: World Scientific.
Hawking, S.W. 1984. The Quantum State of the Universe. Nuclear Physics B, 244, 135
Hawking, S.W. 1988, A Brief History of Time, New York: Bantam Books
Isham, C.J. 1989. Quantum topology and quantisation on the lattice of topologies . Classical and Quantum Gravity, 6, 1509
Linde, A.D., & M. I. Zelnikov, 1988. Inflationary Universe with Fluctuating Dimension. Physics Letter B, 215, 59
Moore, G. H. 1982. Zermelo’s Axiom of Choice: Its Origin, Development, and Influence. New York: Springer-Verlag
Nielsen, H.B. 1983. Field theories without fundamental gauge symmetries. Phil. Trans. Royal Soc. London, A310, 261
Nielsen, H.B., S. E. Rugh & C. Surlykke, 1994. Seeking Inspiration from the Standard Model in Order to Go Beyond it. hep-th/9407012
Nozick, R. 1981. Philosophical Explanations. Cambridge: Harvard University Press.
Penrose, R. 1989. The Emperor’s New Mind. New York: Touchstone
Piccinini, G. 2011. The Physical Church-Turing Thesis: Modest or Bold. British Journal for the Philosophy of Science.
Tegmark, M. 1998. Is “The Theory of Everything” Merely the Ultimate Ensemble Theory? Annals of Physics, 270, 1-51
Tegmark, M. 2007. The Mathematical Universe. arXiv 0704.0646 [gr-qc], Foundations of Physics
Weinberg, S. 1992. Dreams of a Final Theory. New York : Pantheon.
Wheeler, J.A. 1994. At Home in the Universe. New York: AIP

sumber : www.faktailmiah.com

Tuesday, June 11, 2013

Kehidupan Ditemukan Dalam Ekosistem Terluas di Bumi, Jauh di Kedalaman Kerak Samudera


"Kehidupan dalam kerak samudera yang jauh terkubur di kedalaman sana ditopang oleh sumber-energi yang pada dasarnya berbeda dengan sumber yang menopang kehidupan di lapisan lumpur dasar laut maupun kolom samudera.

Kerak samudera bumi meliputi hamparan yang sangat luas, sebagian besar terkubur di bawah lapisan tebal lumpur yang memutusnya dari dunia luar. Para ilmuwan kini mendokumentasikan kehidupan dalam ekosistem besar yang sulit dijangkau ini, dalam kerak samudera yang tampaknya ditopang oleh energi yang dilepaskan dari reaksi kimiawi bebatuan dengan air.
Inti bor meluncur turun melalui sebuah pipa bor, membentang ke bawah dari kapal bor di atas permukaan laut, melintasi kedalaman air sejauh 2,5 km dan ratusan meter sedimen, menyeruak masuk ke dalam kerak samudera di lepas pantai barat Amerika Utara. Sementara itu, seorang ahli mikrobiologi, Mark Lever, berada di atas kapal riset JOIDES Resolution untuk meneliti sampel bebatuan yang diangkut dari kedalaman laut sebagai bagian dari Integrated Ocean Drilling Program.
Hasil dari studi Lever bersama rekan-rekannya ini dipublikasikan dalam jurnal Science, edisi 15 Maret.
“Kami memberikan bukti langsung pertama adanya kehidupan dalam kerak samudera yang terkubur jauh dari dasar laut. Temuan kami menunjukkan bahwa ekosistem yang luar biasa luas ini sebagian besar didukung oleh kemosintesis,” ungkap Dr. Lever, yang kini menjadi ilmuwan di Pusat Geomikrobiologi Universitas Aarhus, Denmark.
Energi dari Besi yang Tereduksi
Kita sudah tahu bahwa sinar matahari merupakan prasyarat bagi kehidupan di bumi. Organisme fotosintetik menggunakan sinar matahari untuk mengubah karbon dioksida menjadi bahan organik yang membentuk dasar rantai makanan di bumi. Kehidupan dalam bebatuan berpori di kerak samudera memiliki perbedaan yang fundamental. Energinya yang berperan sebagai pendorong kehidupan di sana, berasal dari proses-proses geokimia.
“Terdapat saluran-saluran kecil di dalam kerak samudera basaltik, dan air mengalir melalui saluran-saluran itu. Air itu mungkin bereaksi dengan senyawa dari besi yang tereduksi, seperti olivin, dalam basalt dan melepas hidrogen. Mikroorganisme menggunakan hidrogen sebagai sumber energi untuk mengubah karbon dioksida menjadi bahan organik,” jelas Dr. Lever,
“Sejauh ini, bukti adanya kehidupan pada kerak samudera yang terkubur jauh di kedalaman sana hanya didasarkan pada bahan kimia dan tanda tekstur pada bebatuan, namun kurang adanya bukti langsung,” tambah Dr. Olivier Rouxel dari institut Ifremer Perancis.
Mark Lever, dari Universitas Aarhus, bekerja di bawah kondisi steril dalam laboratorium. Peralatan yang tak asing seperti palu diperlukan ahli geomikrobiologi yang bekerja dengan sampel bebatuan dari kerak samudera. (Kredit: Jesper Rais, AU Communication)
Mark Lever, dari Universitas Aarhus, bekerja di bawah kondisi steril dalam laboratorium. Peralatan yang tak asing seperti palu diperlukan ahli geomikrobiologi yang bekerja dengan sampel bebatuan dari kerak samudera. (Kredit: Jesper Rais, AU Communication)
Biosfer Kita Diperpanjang
Kerak samudera mencakup 60 persen dari permukaan bumi. Dengan berpatok pada volumenya sebagai tolok ukur, menjadikannya sebagai ekosistem yang terbesar di bumi. Sejak tahun 1970-an, para peneliti telah menemukan ekosistem lokal, seperti sumber air panas, yang ditopang oleh energi kimiawi.
“Mata air panas terutama ditemukan di sepanjang tepi lempeng benua, di mana kerak samudera yang baru terbentuk bertemu dengan air laut. Namun, sebagian besar kerak samudera terkubur jauh di bawah lapisan lumpur, ratusan hingga ribuan kilometer jauhnya dari wilayah aktif geologis di tepi lempeng benua. Sebelum ini, kami tak pernah punya bukti adanya kehidupan di sana,” tutur Dr. Lever.
Meski ekosistem yang luar biasa besar ini mungkin berbasis pada hidrogen, berbagai bentuk kehidupan ditemukan di sini. Mikroorganisme pengoksidasi-hidrogen membuat bahan organik yang membentuk dasar bagi mikroorganisme-mikroorganisme lainnya dalam basalt. Beberapa organisme memperoleh energinya dengan menghasilkan metana atau dengan mengurangi tingkat sulfat, sedangkan yang lain memperoleh energi dengan memecah karbon organik dengan cara fermentasi.
Basalt Sebagai Rumah Mereka
Mark Lever adalah seorang spesialis dalam bidang organisme pengurang-sulfur dan penghasil-metana. Organisme-organisme ini ia pilih sebagai bahan penelitian di antara berbagai sampel yang diambil dari kerak samudera. Organisme-organisme ini mampu menggunakan hidrogen sebagai sumber energi, dan biasanya tidak ditemukan di dalam laut. Dr. Lever harus memastikan agar tak ada mikroorganisme luar yang menyusup akibat kontaminasi dari proses pengeboran, atau yang tanpa sengaja terbawa dari bawah laut hingga memasuki saluran basaltik.
“Kami mengumpulkan sampel bebatuan sejauh 55 kilometer dari tonjolan terdekat di mana air laut memasuki basalt. Di situlah air dalam saluran basaltik memiliki komposisi kimiawi yang secara fundamental berbeda dengan air laut, misalnya, tanpa ada kandungan oksigen yang dihasilkan oleh fotosintesis. Mikroorganisme yang kami ditemukan adalah asli dari basalt tersebut,” jelas Dr. Lever.
Kehidupan yang Aktif Atau Peninggalan Dari yang Mati?
Basalt yang ditemukan Dr. Lever tersebut berusia 3,5 juta tahun, namun kultur laboratorium menunjukkan bahwa DNA milik organisme-organisme ini bukanlah fosil. “Semuanya dimulai pada saat saya mengekstrak DNA dari sampel bebatuan yang sudah kami angkut ke atas. Yang sangat mengejutkan, saya mengidentifikasi gen yang biasanya ditemukan dalam mikroorganisme penghasil-metana. Kami kemudian menganalisis tanda kimiawi pada bahan bebatuan, dan pekerjaan kami dengan karbon isotop memberi bukti jelas bahwa bahan organiknya bukan berasal dari plankton mati yang terbawa air laut, melainkan terbentuk di dalam kerak samudera. Selain itu, isotop sulfur menunjukkan pada kami bahwa pendauran sulfur oleh mikroba telah terjadi pada bebatuan yang sama. Ini semua bisa saja tanda fosil kehidupan, tapi kami mengkulturkan mikroorganisme dari bebatuan basalt ke dalam laboratorium dan mampu mengukur produksi metana yang dihasilkan mikroba,” jelas Dr. Lever.
Dr. Jeff Alt dari University of Michigan, Ann Arbor, menambahkan, “Pekerjaan kami membuktikan bahwa mikroba berperan penting dalam proses kimiawi basalt, dan dengan demikian mempengaruhi kimiawi laut.”
Kerak samudera basaltik ditemukan sejauh empat kilometer di bawah permukaan laut. Saat magma segar naik dari bagian dalam bumi, magma itu perlahan-lahan terdorong keluar ke bagian sisi dan retak. Sebuah kerak baru terbentuk. Untuk pertama kalinya, para ilmuwan telah menunjukkan adanya kehidupan mikroba di dalam kerak samudera. Mengingat besarnya hamparan ekosistemnya, para peneliti berharap bahwa kehidupan kemosintetis di bawah sana berperan dalam siklus karbon di bumi. (Kredit: Jørgensen dan Boetius, Nature Reviews Microbiology, 2007)
Kerak samudera basaltik ditemukan sejauh empat kilometer di bawah permukaan laut. Saat magma segar naik dari bagian dalam bumi, magma itu perlahan-lahan terdorong keluar ke bagian sisi dan retak. Sebuah kerak baru terbentuk. Untuk pertama kalinya, para ilmuwan telah menunjukkan adanya kehidupan mikroba di dalam kerak samudera. Mengingat besarnya hamparan ekosistemnya, para peneliti berharap bahwa kehidupan kemosintetis di bawah sana berperan dalam siklus karbon di bumi. (Kredit: Jørgensen dan Boetius, Nature Reviews Microbiology, 2007)
Kehidupan Kemosintetis Memainkan Peran
Mark Lever bersama rekan-rekannya mengembangkan metode baru sampling untuk menghindari sampel mikroba hasil kontaminasi dari air laut, di mana hal semacam ini seringkali menjadi masalah utama dalam bidang eksplorasi kerak samudera. Para peneliti bekerja dalam kawasan di dunia yang sangat sulit dijangkau. Seperti yang diungkapkan oleh Dr. Andreas Teske dari University of North Carolina di Chapel Hill: “Penelitian ini tidak akan mungkin terwujud tanpa kerjasama erat dari para ahli mikrobiologi, geokimia dan geologi dari Amerika Serikat, Denmark, Perancis, Jerman, Inggris dan Jepang – masing-masing anggota tim memiliki keterbatasan teknis. Bukti yang kuat akan adanya kehidupan di kedalaman kerak laut telah cukup lama lolos dari pengamatan para ilmuwan.”
Menjelajahi kerak samudera masih merupakan ilmu yang belia. Namun prospeknya besar.
“Kehidupan dalam kerak samudera yang jauh terkubur di kedalaman sana ditopang oleh sumber-energi yang pada dasarnya berbeda dengan sumber yang menopang kehidupan di lapisan lumpur dasar laut maupun kolom samudera. Ada kemungkinan kehidupan yang berbasis pada kemosintesis bisa ditemukan pula di planet lain, di mana lingkungan kimiawi dimungkinkan. Studi berkelanjutan kami mudah-mudahan akan mengungkapkan apakah itu yang terjadi, dan juga apa peran kehidupan dalam kerak samudera terhadap siklus karbon secara keseluruhan di planet kita ini,” tutur Dr. Lever.
Kredit: Universitas Aarhus
Jurnal: Mark A. Lever, Olivier Rouxel, Jeffrey C. Alt, Nobumichi Shimizu, Shuhei Ono, Rosalind M. Coggon, Wayne C. Shanks, III, Laura Lapham, Marcus Elvert, Xavier Prieto-Mollar, Kai-Uwe Hinrichs, Fumio Inagaki, Andreas Teske. Evidence for Microbial Carbon and Sulfur Cycling in Deeply Buried Ridge Flank Basalt. Science, 15 March 2013: Vol. 339 no. 6125 pp. 1305-1308; DOI:

sumber : www.faktailmiah.com

Friday, June 7, 2013

LKTI Mahasiswa 2013

Penyelenggara: HMPSP Biologi Universitas Jember

Tema Kegiatan:
"Ecotechnology for Better Environment"

Sub Tema:
Pengembangan Teknologi Efektif untuk Lingkungan
Pengolahan Pangan Berbasis Ecotechnology
Ecotechnology untuk Pengembangan Pertanian
Pengolahan Lingkungan Berbasis Local Wisdom
Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Berbasis Ecotechnology

Ketentuan Peserta:
Peserta Lomba Karya Tulis Ilmiah adalah mahasiswa aktif jenjang S1 atau Diploma  perguruan tinggi negeri maupun swasta.
Peserta terdiri dari 3 orang mahasiswa, disarankan minimal berasal dari dua angkatan berbeda, diperbolehkan lintas fakultas namun masih dalam satu  perguruan tinggi.
Setiap tim boleh mengirimkan lebih dari satu karya tulis
Setiap mahasiswa hanya diperbolehkan menjadi ketua pada satu karya tulis

Waktu Pelaksanaan:
Pendaftaran: 14-19 Juli 2013
Akhir Pengumpulan Naskah: 19 Juli 2013 (Cap Pos)
Pengumuman Finalis: 15 Agustus 2013
Babak Final: 24 Agustus 2013

Ketentuan Kompetisi:
Peserta Mendaftarkan diri ke panitia Lomba Karya Tulis Ilmiah dengan mendownload formulir pendaftaran kehttp://biologinote.blogspot.com
Setiap tim harus membuat dan mengirimkan karya tulis sesuai dengan tema yang ditentukan
Karya tulis yang dikirimkan merupakan hasil pemikiran sendiri, bukan hasil jiplakan dan belum pernah menjadi pemenang pada kompetisi serupa
Peserta diperkenankan mengirimkan lebih dari satu karya tulis dan setiap karya tulis yang diajukan mendapat bimbingan dari seorang dosen pembimbing dari perguruan tinggi yang sama.
Karya tulis peserta akan diseleksi pada tahap penjurian awal untuk menentukan 10 finalis.
Setiap peserta tim wajib melunasi Biaya registrasi sebesar  Rp. 50.000,00 per Tim via rekening bank. Pembayaran mulai tanggal 14 April - 19 Juli 2013
Biaya registrasi dapat dikirim ke rekening panitia Lomba Karya Tulis Ilmiah pada rekening BRI 0872-01-020878-53-9 a.n Islia Dewi Yuanita

Informasi:
Khoirul Amarah - 085731293126
Rifatul Adabiyah - 085746657858
Umi Fadilah - 087752744185
email: lktipbio@yahoo.com

Website: biologinote.blogspot.com

Lomba Penelitian Mahasiswa Teknik Kimia Indonesia (LPMTKI) 2013

HIMPUNAN MAHASISWA TEKNIK KIMIA UNIVERSITAS DIPONEGORO
PROUDLY PRESENTS :

"Biggest National Chemical Engineering Research Competition: 3rd LPMTKI !"


will be opened from June 17th until july 17th, 2013. FREE REGISTRATION !!

Lomba Penelitian Mahasiswa Teknik Kimia Indonesia ke-3 (LPMTKI 2013) adalah salah satu Lomba penelitian mahasiswa terbesar di Indonesia, kompetisi yang menantang mahasiswa se-Indonesia untuk menemukan ide kreatif dan inovatif dalam bentuk penelitian Mahasiswa.

Dengan tema : “Sains dan Teknologi Terapan Proses Kimia sebagai Pendorong Pemberdayaan Sumber Daya Alam dalam menghadapi ketahanan Pangan,Energi dan Lingkungan” dengan bidang yang dilombakan yaitu :
• Energi
• Pangan
• Penanganan Bahan Baku dan Pengolahan Limbah Industri Pangan dan Energi

dengan peserta adalah mahasiswa aktif diploma atau S-1 baik di Perguruan Tinggi Swasta maupun Negeri di Indonesia.

Memperebutkan Hadiah :
Juara I : Piala Bergilir LPMTKI + Trophy + Sertifikat + Rp 7.500.000,00
Juara II : Trophy + Sertifikat + Rp 5.000.000,00
Juara III : Trophy + Sertifikat + Rp 3.000.000,00
Juara Harapan I : Trophy + Sertifikat + Rp 1.000.000,00
Juara Harapan II : Trophy + Sertifikat + Rp 500.000,00

Registrasi :
GRATIS

Untuk Registrasi dan Informasi:
Website : Click on http://lpmtki.tekim.undip.ac.id/
Twitter : @LPMTKI_2013 or Click on https://twitter.com/LPMTKI_2013
Facebook : Pusat Informasi LPMTKI 2013

Persiapkan diri anda untuk menjadi bagian dari event penelitian terbesar di Indonesia.

Contact Person:
Rahmi (085869846274)
Indra (083816566653)
Heri (085325427250)

LPMTKI 2013
lpmtki.tekim.undip.ac.id

Wednesday, June 5, 2013

LOMBA KARYA TULIS ILMIAH AL-QUR'AN


Dalam dimensi kehidupan, Ramadhan sesungguhnya tak hanya mampu membangun pribadi muttaqin sebagai manifestasi sikap seorang hamba kepada Sang Khalik, tetapi juga mampu menumbuhkembangkan kepekaan sosial terhadap sesama. Dalam aktivitas berpuasa selama Ramadhan, kita digembleng untuk bisa berempati terhadap nasib kaum dhua’afa yang terus dihimpit ketidak berdayaan akibat beratnya persoalan hidup yang mesti mereka tanggung.
Ramadhan bisa kita jadikan sebagai kawah candradimuka dimana ramadhan dapat kita jadikan sebagai media untuk membakar kesombongan diri, kawah inilah yang bisa kita jadikan sarana untuk menjadi pribadi yang rendah hati dan tidak tamak terhadap harta benda. Atas dasar hal tersebut dan dalam kesempatan ini KARISMA BANTEN kembali menggelar kegiatan Lomba Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an Nasional (LOYATIAN) dengan tema utama :
“Membangun Kerukunan, Kebersamaan, dan Keragaman Antarumat Beragama”

PERSYARATAN LOMBA MENULIS KARYA ILMIAH :
A.   Peserta terbuka untuk umum.
B.   Mengisi formulis yang telah disediakan panitia dan wajib menyertakan keaslian karya anda bermaterai 6000.
C.   Peserta boleh individu, dan boleh bentuk tim (maksimal 3 orang).
D.   Melampirkan identitas yang masih berlaku (Kartu OSIS, KTM (Mahasiswa), KTP, SIM, dan Pasport), foto Baghroun Merah, dan Biru.
E.   Bidang boleh di pilih antara lain :
Ekonomi Islam
Pendidikan Islam
Bisnis Syari’ah (Mu’amalah)
Politik Islam (Siyasah)
Teknologi Dalam Islam
Pidana Islam (Jinayah)        
Manajemen Islam
Peradaban Islam
Hukum Islam
Media Dalam Islam
F.    Peserta diperbolehkan mengirim lebih dari 1 judul (Maksima 3) dengan bidang yang berbeda-beda dan setiap karya tulis yang dikirim oleh peserta harus mempunyai nilai dasar keislaman minimal berlandaskan Al-Qur’an dan Al-Hadits (Sunah).
G.   Menggunakan bahasa akademik atau paper ilmiah, bukan gaya bahasa populer seperti buku populer atau artikel koran.
H.   Pada bab analisis dan implikasi kebijakan, sepatutnya lebih banyak pembahasannya dibandingkan bab pendukung.
I.     Gaya penulisan menunjukkan menawarkan solusi dan bukan hanya berupa penerapan dari suatu teori.
J.    Panitia hanya menerima naskah yang sesuai dengan ketentuan dan peraturan kode etik penulisan ilmiah minimal Ejaan Yang Disempurnakan (EYD).
K.  Panitia akan memilih 40 naskah terbaik, dan bagi peserta yang dinyatakan “LOLOS 40 BESAR” akan dikenakan Biaya Registrasi Rp 100.000 Rupiah/Karya untuk biaya penyeleksian (penilaian) oleh 4 Dewanjuri Independent,
L.   Bagi peserta 40 besar terbaik yang tidak melakukan registrasi sampai jangka waktu yang ditentukan, maka dinyatakan mengundurkan diri (diskualifikasi).
M.   Tim Dewanjuri Independent akan memilih 10 Naskah terbaik (finalis) dari 40 finalis (semi final) yang dinyatakan layak untuk mempersentasikan hasil karya peserta di hadapan tim Dewanjuri Independent.
N.   Ke 40 besar terbaik berhak mendapatkan Piagam.
O.   Seluruh berkas dan identitas dapat dikirim via E-Mail :panitia_lomba@rocketmail.com dengan kolom CCkarismabanten@rocketmail.com;

Hadiah :
Juara    I
Rp 3 Juta + Piala Gubernur Banten  & Bingkisan + Piagam.
Juara    II
Rp 2.5 Juta + Piala Gubernur Banten  & Bingkisan + Piagam.
Juara    III
Rp 2 Juta + Piala Gubernur Banten  & Bingkisan + Piagam.
Juara    IV
Rp 1.5 Juta + Piala Gubernur Banten  & Bingkisan + Piagam.
Juara    V
Rp 1 Juta + Piala Gubernur Banten  & Bingkisan + Piagam.
Juara Harapan  I
Rp 700 Ribu + Cenderamata  & Buku  + Piagam.
Juara Harapan  II
Rp 600 Ribu + Cenderamata  & Buku  + Piagam.
Juara Harapan  III
Rp 500 Ribu + Cenderamata  & Buku  + Piagam.
Juara Harapan  IV
Rp 400 Ribu + Cenderamata  & Flasdisk (8 Gb) + Piagam.
Juara Harapan  V
Rp 300 Ribu + Cenderamata  & Flasdisk (4 Gb) + Piagam.

Waktu kegiatan :
ITEM
DEADLINE
Publikasi dan Pendaftaran terakhir
:  24 Juli 2013
Pengumuman 40 Besar (Semifinal)
:  26 Juli 2013
Registrasi Untuk Diseleksi Dewanjuri
:  27 Juli – 31 Juli 2013
Penyeleksian Oleh tim Independent
:  01 – 04 Agustus 2013
Pengumuman Finalis (10 terbaik)
:  06 Agustus 2013
Jemput Peserta + tehknikal meeting
:  13 – 17 Agustus 2013
Persentasi Finalis (10 terbaik)
:  18 Agustus 2013
Tour ke Makam Pahlawan Banten
:  19 Agustus 2013
Pembagian Hadiah + Berfoto-Foto
:  20 Agustus 2013
Piagam 40 Terbaik
:  21 – 31 Agustus 2013



NB ! Silahkan Copy paste, dengan tetap mencantumkan sumber ke info-lomba.com juga. Trims :-) Follow twitter kami: @infolomba_indo

Program Fasilitasi Perguruan Tinggi Jawa Tengah – 9 Program



Batas waktu: 29 Juni 2013 cap pos.
Syarat: Civitas akademi di lingkup Perguruan Tinggi Jawa Tengah.
Awards: Puluhan juta rupiah di masing-masing Program.
Catatan: Jenis program:
  1. LOMBA KARYA TULIS INOVATIF MAHASISWA.
  2. PENGEMBANGAN BUDAYA KEWIRAUSAHAAN MAHASISWA.
  3. PENELITIAN INOVATIF MAHASISWA.
  4. RANCANG BANGUN TEKNOLOGI MAHASISWA.
  5. BANTUAN BEASISWA MAHASISWA.
  6. PENELITIAN DOSEN MUDA.
  7. PENELITIAN TERAPAN.
  8. PENGEMBANGAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA.
  9. PENERAPAN DAN PENGEMBANGAN KULIAH KERJA NYATA DESA VOKASI.
Kesempatan menarik bagi civitas akademi di provinsi Jawa Tengah dengan pendanaan yang begitu besar.

1. LOMBA KARYA TULIS INOVATIF MAHASISWA 
Kegiatan ini memfasilitasi kompetensi mahasiswa dalam bidang
penalaran di Perguruan Tinggi melalui Lomba Karya Tulis Inovatif Mahasiswa
(LKTIM). Lingkup bidang kajian LKTIM mencakup 5 (lima) kategori:
1. Sosial
2. Ekonomi12
3. Ilmu Terapan
4. Pendidikan
5. Ilmu alam
6. Kesehatan dan Lingkungan
7. Teknik
8. Rekayasa
Setiap kategori akan dipilih tiga pemenang, yang terdiri atas Juara I, Juara II, dan Juara III, yang masingmasing memperoleh hadiah sebesar:
Juara I : Rp. 7.500.000,-
Juara II : Rp. 6.500.000,-
Juara III : Rp. 5.000.000,

2. PENGEMBANGAN BUDAYA KEWIRAUSAHAAN MAHASISWA
Bentuk kegiatan Program Pengembangan Kewirausahaan di Perguruan Tinggi ini terdiri dari:
a. Pelatihan/workshop Perencanaan Usaha
b. Implementasi Perencanaan Usaha atau Praktik Usaha
c. Workshop Hasil berwirausaha
a. Peserta merupakan kelompok mahasiswa aktif, dan setiap kelompok terdiri dari 3-5 mahasiswa dari angkatan yang berbeda, dengan ketentuan D3 maksimal Semester IV dan S1 maksimal semester VI, dibimbing 1 orang dosen
b.Menyusun proposal berupa Perencanaan Usaha dilakukan secara kelompok
c. Lulus seleksi yang meliputi: administratif, business plan, presentasi business plan, dan mengikuti workshop pelatihan kewirausahaan
Dana maksimal Rp. 10.000.000,- (Sepuluh Juta Rupiah).

3. PENELITIAN INOVATIF MAHASISWA
Lingkup kegiatan ini yaitu memfasilitasi kompetensi mahasiswa dalam bidang penalaran di Perguruan Tinggi melalui Program Penelitian Inovatif Mahasiswa.
Bidang kajian Penelitian Inovatif Mahasiswa yang ditawarkan:
1. Bidang Sosial, Ekonomi, Politik, Hukum
2. Bidang Seni, Budaya, Bahasa
3. Bidang Keolahragaan dan Kesehatan
4. Bidang Pendidikan dan Keagamaan44
5. Bidang Kelautan
6. Bidang Lingkungan
7. Bidang Pertanian dan Pangan
8. Bidang Energi dan Sumber Daya Alam
9. Bidang Teknologi dan Manufaktur
10. Bidang Transportasi dan Logistik
11. Bidang Teknologi Informasi dan Mikroelektronik
12. Bidang Pengembangan Sistem Nasional, Sektoral dan Daerah
13. Bidang Material dan energi alternatif
14. Bidang Robotika
Dana maksimal Rp. 7.500.000,-

4. RANCANG BANGUN TEKNOLOGI MAHASISWA 
Bidang kajian program Rancang Bangun Teknologi Mahasiswa yang
ditawarkan mencakupi:
1. Bidang Elektronika
2. Bidang MIPA
3. Bidang Pneumatik-hidrolik
4. Bidang Keolahragaan dan Kesehatan
5. Bidang Kelautan dan Perikanan63
6. Bidang Lingkungan
7. Bidang Teknologi Pertanian dan Pangan
8. Bidang Teknologi Pendidikan dan Seni
9. Bidang Bahan dan Energi alternatif
10. Bidang Manufaktur
11. Bidang Transportasi dan Logistik
12. Bidang Teknologi Informasi dan Mikroelektronik
13. Bidang Robotika
14. Bidang Agrofarmaka
15. Bidang Sosial Ekonomi dan Budaya
Dana maksimal Rp. 10.000.000,-

5. BANTUAN BEASISWA MAHASISWA
Kriteria penerima beasiswa adalah sebagai berikut :
- Mahasiswa yang sedang studi di Perguruan Tinggi Negeri atau Perguruan Tinggi Swasta di Jawa Tengah yang terdaftar di Kopertis
Wilayah VI Jawa Tengah.
- Berasal dari keluarga kurang mampu, yang ditunjukkan dengan Surat Keterangan Lurah atau Kepala Desa
- Pada saat ditetapkan sebagai calon penerima beasiswa dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tidak sedang menerima beasiswa
lain.
- Saat mengajukan sekurang-kurangnya telah menyelesaikan semester 1.
1. Beasiswa diberikan kepada mahasiswa mulai semester 2,
2. Beasiswa diberikan atas usulan perorangan dan atau usulan perguruan
tinggi.
3. Beasiswa diberikan selama 12 bulan.
4. Mahasiswa diberikan bantuan pemberian beasiswa hanya 1 tahun, tidak
secara otomatis tahun depan mendapat. Untuk Pengajuan tahun berikutnya
harus menunjukkan prestasi akademik yang lebih baik.
Dana bantuan kegiatan pemberian beasiswa kepada mahasiswa kurang
mampu tiap mahasiswa sebesar Rp. 1.500.000,- / tahun.

6. PENELITIAN DOSEN MUDA
1. Peserta adalah dosen Perguruan Tinggi di Jawa Tengah
2. Tidak sedang melakukan study S-2/S-3 (ditunjukkan dengan surat keterangan tidak studi lanjut)
3. Ketua Tim Peneliti berpendidikan minimal S-2 dengan jabatan fungsional maksimal Lektor dan tidak diperbolehkan menjadi ketua di dua program penelitian
4. Jumlah anggota tim peneliti sebanyak 3-5 orang staf pengajar (termasuk ketua)
Dana maksimal sebesar Rp. 20.000.000,- 

7. PENELITIAN TERAPAN
1. Peneliti adalah dosen tetap Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta yang mempunyai kompetensi relevan dengan masalah yang diteliti
2. Ketua Tim Peneliti sekurang-kurangnya berpendidikan S2 dengan kepangkatan sekurang-kurangnya Lektor dan tidak boleh mengajukan sebagai ketua di dua program penelitian
3. Jumlah peneliti sebanyak 3 – 5 orang staf pengajar termasuk ketua tim peneliti
4. Substansi penelitian harus didukung hasil-hasil penelitian sebelumnya (baik penelitian sendiri maupun orang lain) yang ditunjukkan pada kajian pustaka
5. Hasil penelitian dapat diterapkan oleh masyarakat sasaran, dibuktikan dengan berita acara penyerahan atau kelayakan penerapan hasil penelitian secara kelembagaan
Dana maksimal sebesar Rp. 50.000.000,-

8. PENGEMBANGAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA
Persyaratan pengusulan program yang dapat diajukan pada Program Penerapan dan Pengembangan Teknologi Tepat Guna adalah sebagai berikut:
1. Adanya kemitraan atau kerjasama antara Perguruan Tinggi pengusul dengan industri atau masyarakat sasaran yang ditunjukkan dengan Surat Pernyataan Kesediaan Kerjasama Penerapan dan Pengembangan Teknologi Tepat Guna oleh industri atau masyarakat
sasaran (Institusi yang terkait)
2. Pengajuan usulan dilakukan oleh Perguruan Tinggi melalui Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPM) atau Lembaga lain yang
membidangi pengembangan teknologi/pengabdian pada masyarakat
3. Bersedia mengaplikasikan teknologi tepat guna yang dihasilkan bagi masyarakat sasaran (industri ataupun masyarakat umum)
4. Diusulkan dan dilaksanakan oleh Perguruan Tinggi yang mempunyai kompetensi yang relevan dengan teknologi tepat guna yang
dikembangkan
5. Memiliki bengkel atau laboratorium yang relevan dengan program yang diusulkan sebagai fasilitas pendukung, jika tidak ada dapat
bekerjasama dengan instansi lain dengan ditunjukkan Surat Pernyataan Kesediaan Kerjasama
6. Dosen tetap dan bukan dosen kontrak PTN dan PTS di Provinsi Jawa Tengah minimal jenjang akademis S2.
7. Tidak sedang studi lanjut S-2, S-3, dengan ditunjukkan surat keterangan tidak sedang studi lanjut oleh pejabat yang berwenang.
8. Jumlah pengusul sebanyak 3–5 orang staf pengajar termasuk ketua.
Dana  maksimal Rp. 30.000.000,- 

9. PENERAPAN DAN PENGEMBANGAN KULIAH KERJA NYATA DESA VOKASI
Untuk dapat mengikuti program Penerapan dan Pengembangan Kuliah Kerja Nyata Desa Vokasi Provinsi Jawa Tengah, mahasiswa harus memenuhi syaratsyarat sebagai berikut ini:
1. Terdaftar sebagai mahasiswa aktif pada Perguruan Tinggi jenjang S-1, D-4 atau D-3 di Jawa Tengah, yang memiliki kegiatan
pengabdian mahasiswa dalam kurikulumnya, baik sebagai mata kuliah wajib maupun pilihan.
2. Peserta berkelompok terdiri atas 10 (sepuluh) orang. Anggota kelompok dapat berasal dari berbagai disiplin ilmu dalam satu Perguruan Tinggi sesuai dengan lingkup kegiatan.
3. Seorang mahasiswa tidak diperkenankan merangkap sebagai ketua ataupun anggota pada kelompok yang lain.
4. Setiap kelompok dibimbing seorang dosen pembimbing
5. Mengikuti kegiatan kuliah kerja nyata di desa vokasi selama 45 hari atau setara dengan 3 sks atau sesuai dengan kurikulum yang
diberlakukan di perguruan tinggi penyelenggara KKN.
6. Mahasiswa peserta harus menyerahkan rencana kerja kepada Tim Pengabdian selama melaksanaan KKN desa Vokasi, dalam bentuk proposal dengan ketentuan umum:
a. Program mahasiswa menggambarkan seluruh peserta, 10 mahasiswa, sehingga jelas peran dan tanggung jawab dari setiap mahasiswa
b. Setiap program mahasiswa harus terkoordinasi dengan programprogram PNF di Kabupaten/Kota
c. Secara kesuluruhan, program mahasiswa harus menunjukkan satu kesatuan dengan program kerja Tim Pengusul dan merupakan
penjabaran dari program kerja Tim Pengusul
d. Untuk memfokuskan pelaksanaan dan keterpaduan hasil-hasilnya, program-program setiap mahasiswa dapat dikelompok sebagai Program 167 Kelompok, dan dapat dipilahkan menjadi: Program Utama, Program Pendukung program utama, dan Program Pendamping
e. Usulan diketik dengan ukuran kertas A-4, spasi 1,5, font Times New Roman 12.
f. Disahkan oleh pembimbing dan Ketua Tim Pengabdian, sehingga menunjukkan bahwa rencana kerja tersebut sesuai dengan arah
pengabdian yang direncanakan Tim Pengusul.
Dana maksimal Rp. 35.000.000,- 
Proposal dikirim ke alamat berikut:
KEPALA DINAS PENDIDIKAN PROVINSI 
JAWA TENGAH
U.p. BIDANG PNF-PT
Jl. Pemuda Nomor 134 Semarang
Sumber : http://guadalajuara.wordpress.com/2013/05/22/program-fasilitasi-perguruan-tinggi-jawa-tengah-9-program/